Jumat, 28 Mei 2010

Aku Akan Menjadi Hampa

Sepertinya hubungan kita sudah tidak berarti lagi.
Dan kita akan berpisah.
Karena itu, ini pasti sebuah takdir setelah memahami sesuatu dengan hati.

Aku tak berharap kau berhenti marah.
Atau juga tak membenciku.
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri untuk meninggalkanku sampai kau melupakanku.

Sama saat seperti kau kehilangan dia yang berharga bagimu.
Jika aku kehilangan dirimu.
Aku akan menjadi hampa.





Itulah Alasannya.

Pada hari itu.
Aku tahu bahwa ada sedikit kebohongan dalam kata itu.
Kau berkata "Aku tidak bisa berubah."
Tapi kau melakukannya.
Yaitu mengubah dirimu demi dia.

Aku memahaminya.
Ya, kau benar-benar mencintainya.
Sesungguhnya aku percaya padamu.
Semua orang akan mempunyai perasaan cinta yang hilang begitu saja.
Namun, tidak seorangpun melihatmu yang sesungguhnya.
Pada setiap perbuatanmu dan perkataanmu yang mencintai dia.
Meski demikian, aku menghormati hal itu.

Itulah alasannya.
Aku bersumpah pada diriku untuk menjadi teman terdekatmu.
Jika kau bersedih, aku akan ikut bersedih.
Jika aku gembira, aku akan berbagi denganmu.
Jika kau tersesat, aku akan membimbingmu.
Jika kau buat kesalahan, aku akan memaafkanmu.
Jika dunia mengejekmu, aku akan menjadi tempat perlindunganmu.






Minggu, 25 April 2010

Maafkan Aku


Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi.
Aku menulis ini untuk mengatakan itu.
Aku...
Aku sayang padamu.
Dan kau amat berharga bagiku.
Dan aku bermaksud berusaha...
Menjadi seseorang yang berguna agar tak percuma mengaku sahabatmu.

Ternyata aku salah besar.
Sekeras apapun usahaku.
Dan meski aku mengaku sahabatmu.
Aku bukan sahabat bagimu.

Maafkan aku.
Aku sangat kesepian.
Aku tak ingin sendiri.
Aku ingin ada seseorang di sampingku.
Maafkan aku.




Aku mulai layu, hampir mati.


Aku memang bukan penyair.
Tulisanku tidak puitis.
Kata-kataku juga tidak memesona.
Aku hanya ingin menulis agar kau tahu-atau bahkan kau sadar.

Aku mulai layu, hampir mati.

Entah telah berapa lama aku tidak melihatmu.
Aku jadi sangat merindukanmu.
Aku tak bisa tidak memikirkanmu.
Aku sampai selalu memimpikanmu.




Kau Dan Aku Bagaikan Matahari Dan Kehidupan Bumi


Aku bertanya padamu.

Kalau kau tidak melihat cahaya dan ia tidak terlihat, apakah itu berarti matahari benar-benar ada?

Kau menjawab

Mungkin matahari sedang sembunyi di balik awan.

Lalu aku bertanya lagi.

Apa yang akan terjadi jika matahari sembunyi? Tumbuhan mati yang berarti hewan dan manusia akan mati.

Kau menjawab.

Suatu saat nanti awannya pasti akan pergi.

Kemudian aku mengatakan.

Dinosaurus punah karena awan terlalu lama menutupi matahari.

Setelah itu itu aku bertanya lagi.

Apakah matahari memberikan sinarnya untuk kehidupan di bumi karena dia ingin melakukannya atau karena dia harus melakukannya? Atau karena ini adalah takdir?

Kau menjawab.

Karena harus.

Tapi kau juga menambahkan.

Karena takdir.

Dan aku hanya berpesan kepadamu pada akhirnya.

Tetaplah menjadi orang baik.




Cerita Malam


Suatu malam aku terbangun.
Aku berjalan meninggalkan kamarku.
Entah itu nyata.
Atau hanya ada dalam anganku.
Tempat itu sangat gelap.
Benar-benar gelap di tengah kegelapan malam.
Sampai kulihat ada cahaya di satu sudut.
Kupikir aku benar dengan mengikuti arahnya.
Aku sendiri bingung gelap dan sunyi.
Lalu aku mengikuti cahaya itu.
Memang di sana aku mendapat kesenangan.
tapi aku ragu apakah itu baik?
Hati kecil menolak dan ingin pergi.
Tapi kemana aku harus pergi?
Dan akhirnya dalam kesedihan kumemilih kehancuran sebelum aku hancur dengan menyedihkan.




Betapa pilihan menyedihkan!

Hidup adalah pilihan.
Semua orang setuju.
Memilih diantara pilihan yang tersedia.

Lalu, bagaimana kalau tidak ada pilihan yang kau mau?
Kalau semua pilihan akan menyakitkan?
Apa kau akan memilih?
Kau tidak punya pilihan selain yang telah disediakan.

Mungkin kau bisa saja dengan bijak mengatakan pepatah.
Atau menceramahi aku dengan retorika yang indah.
Tapi jika kau tahu apa saja yang bisa kupilih.
Mungkin kau akan memilih mati.

Cobalah mengerti perasaan orang lain.
Hidup dan pilihan setiap orang berbeda-beda.
Kalau kau bisa bicara seenaknya tentang kehidupan seseorang.
Kalau kau bisa seenaknya menganggap orang lain seperti apa.

Padahal kau tidak tahu apapun tentang hidupnya.
Padahal kau tidak merasakan apa yang dialaminya.

Betapa pilihan menyedihkan!




Membosankan

Apa kau tahu bagaimana rasanya?
Sedih...
Sepi...
Sendiri...
Itulah hidupku.
Hidup yang membosankan.

Kesedihan...
Kesepian...
Kesendirian...
Bagaimana seandainya kalau kau merasakan hal itu?
Kukatakan, hal itu sangat menyakitkan.

Apa kau tahu?
Tidak ada yang bisa hidup sendiri.
Tapi tidak ada yang bisa menolak takdir hidupnya.
Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya sampai kau merasakan hal itu.
Kuingatkan sekali lagi, hal itu sangat menyakitkan.