Mencari »SAHABAT di »I L O N K »
Mencari » SAHABAT di » I L O N K »

Kamis, 13 Januari 2011

Siapa?

Saat mereka bersama perasaanku berantakan.
Aku khawatir saat kau bersama orang itu.
Aku juga bisa cemburu.


Aku menunggumu.
Aku juga memikirkan kamu.
Serta  hubungan aku dengan kamu.
Serta siapa orang yang spesial bagi dirimu?







Selasa, 09 November 2010

Menunggu Lebih Menyakitkan

Cobalah kau camkan satu hal ini dariku.
Bagiku, keberadaanmu itu sudah bukan lagi sekedar orang biasa yang kutemui sekilas di pinggir jalan.
Lalu, kaupun sudah menjadi orang yang sangat berharga bagiku.
Rasa sakit yang kau rasakan juga menjadi rasa sakit yang akan kurasakan.
Karena itulah aku menunggumu.
Meski menunggu itu lebih sakit jika dibandingkan saat kau meninggalkan aku.
Meskipun begitu aku akan tetap menunggumu.
Menunggumu selalu dengan tersenyum.




Senin, 16 Agustus 2010

Kenyataan

Hidup ini sudah hancur. 
Semuanya berantakan. 
Sejak awal memang sudah begini. 
Hancur berantakan. 
Tapi aku menyimpan sedikit harapan kecil yang sederhana. 
Kalau boleh, aku ingin kau selalu tersenyum saat melihatku. 
Agar kehidupan bobrok yang kujalani ini tidak segera membunuhku. 
Agar dunia yang aneh ini bisa lebih kumengerti. 
Bolehkah aku memiliki harapan itu? 
Hanya sekedar harapan , tidak lebih. 
Karena aku tahu, orang hina tak pantas berharap banyak.




Rabu, 11 Agustus 2010

Mungkin Aku Akan Menyerah

Bukankah kau telah melihatnya?
Aku melakukannya.
Tangan kananku memegang bara api itu di depanmu dan teman-teman kita.
Semua itu demi dirimu.
Meski aku harus merasakan sakit dan terluka.
Tapi mengapa kau begitu?
Aku tak tahu harus berkata apa lagi.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Kepalaku pusing.
Mungkin aku akan menyerah.




Senin, 19 Juli 2010

Apa Kau Yakin?

Wajahnya berubah total sejak mengetahui keadaan sesungguhnya.
Aku tidak punya waktu untuk berlama-lama lagi di sini.
Dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
Dia pasti sangat terluka sekarang.

Aku seharusnya ada bersamanya saat dia terluka.
Itulah artinya teman.

Tidak pernah kumembayangkan yang seperti ini terjadi kepadanya.
Bagaimana aku bisa hanya duduk saja di sini saat keadaanya seperti itu.
Tapi aku khawatir tak ada yang bisa aku lakukan.

Dia kehilangan kekasih di depan matanya sendiri.
Dan aku tahu itu terjadi.
Aku harus segera kesana sebelum hatinya hancur.

Frere, kau tidak apa-apa kan?
Aku minta maaf.
Kau selalu ada untukku.
Rasa sakit yang kau rasakan sekarang menghancurkan hatiku.




Jumat, 28 Mei 2010

Aku Akan Menjadi Hampa

Sepertinya hubungan kita sudah tidak berarti lagi.
Dan kita akan berpisah.
Karena itu, ini pasti sebuah takdir setelah memahami sesuatu dengan hati.

Aku tak berharap kau berhenti marah.
Atau juga tak membenciku.
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri untuk meninggalkanku sampai kau melupakanku.

Sama saat seperti kau kehilangan dia yang berharga bagimu.
Jika aku kehilangan dirimu.
Aku akan menjadi hampa.





Itulah Alasannya.

Pada hari itu.
Aku tahu bahwa ada sedikit kebohongan dalam kata itu.
Kau berkata "Aku tidak bisa berubah."
Tapi kau melakukannya.
Yaitu mengubah dirimu demi dia.

Aku memahaminya.
Ya, kau benar-benar mencintainya.
Sesungguhnya aku percaya padamu.
Semua orang akan mempunyai perasaan cinta yang hilang begitu saja.
Namun, tidak seorangpun melihatmu yang sesungguhnya.
Pada setiap perbuatanmu dan perkataanmu yang mencintai dia.
Meski demikian, aku menghormati hal itu.

Itulah alasannya.
Aku bersumpah pada diriku untuk menjadi teman terdekatmu.
Jika kau bersedih, aku akan ikut bersedih.
Jika aku gembira, aku akan berbagi denganmu.
Jika kau tersesat, aku akan membimbingmu.
Jika kau buat kesalahan, aku akan memaafkanmu.
Jika dunia mengejekmu, aku akan menjadi tempat perlindunganmu.






Minggu, 25 April 2010

Maafkan Aku


Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi.
Aku menulis ini untuk mengatakan itu.
Aku...
Aku sayang padamu.
Dan kau amat berharga bagiku.
Dan aku bermaksud berusaha...
Menjadi seseorang yang berguna agar tak percuma mengaku sahabatmu.

Ternyata aku salah besar.
Sekeras apapun usahaku.
Dan meski aku mengaku sahabatmu.
Aku bukan sahabat bagimu.

Maafkan aku.
Aku sangat kesepian.
Aku tak ingin sendiri.
Aku ingin ada seseorang di sampingku.
Maafkan aku.




Aku mulai layu, hampir mati.


Aku memang bukan penyair.
Tulisanku tidak puitis.
Kata-kataku juga tidak memesona.
Aku hanya ingin menulis agar kau tahu-atau bahkan kau sadar.

Aku mulai layu, hampir mati.

Entah telah berapa lama aku tidak melihatmu.
Aku jadi sangat merindukanmu.
Aku tak bisa tidak memikirkanmu.
Aku sampai selalu memimpikanmu.




Kau Dan Aku Bagaikan Matahari Dan Kehidupan Bumi


Aku bertanya padamu.

Kalau kau tidak melihat cahaya dan ia tidak terlihat, apakah itu berarti matahari benar-benar ada?

Kau menjawab

Mungkin matahari sedang sembunyi di balik awan.

Lalu aku bertanya lagi.

Apa yang akan terjadi jika matahari sembunyi? Tumbuhan mati yang berarti hewan dan manusia akan mati.

Kau menjawab.

Suatu saat nanti awannya pasti akan pergi.

Kemudian aku mengatakan.

Dinosaurus punah karena awan terlalu lama menutupi matahari.

Setelah itu itu aku bertanya lagi.

Apakah matahari memberikan sinarnya untuk kehidupan di bumi karena dia ingin melakukannya atau karena dia harus melakukannya? Atau karena ini adalah takdir?

Kau menjawab.

Karena harus.

Tapi kau juga menambahkan.

Karena takdir.

Dan aku hanya berpesan kepadamu pada akhirnya.

Tetaplah menjadi orang baik.




Minggu, 18 April 2010

More Fruits of Solitude

Kematian hanyalah sekedar menyeberangi dunia, seperti teman yang menyeberangi lautan; mereka masih hidup dalam diri masing-masing.  Karena mereka perlu ada, cinta dan hidup dalam apa yang tidak terikat ruang dan waktu.  Di dalam kaca Illahi ini mereka saling berhadapan; dan bebas berbicara, karena mereka roh murni. Inilah penghiburan para sahabat, bahwa kendatipun mereka dinyatakan mati, namun persahabatan dan pertemanan mereka, dalam arti yang paing baik, masih selalu ada, karena abadi.


Willian Penn




Rabu, 07 April 2010

Karena itu aku akan menunggu.



Kata yang terakhir tak terucap karena kau pergi begitu saja di hadapanku.
Aku tidak dapat mendengarnya.
Aku telah salah.
Aku tidak perlu mendengarnya dari awal.
Karena jawabannya ada di depan mataku.


Aku tidak salah orang.
Bagaimanapun aku melihatnya.
Kau meninggalkanku.




Aku mungkin punya banyak pertanyaan.

Tidak.!
Aku tidak punya pertanyaan.
Jika kau tidak memberitahuku sampai sekarang kau pasti punya alasan.
Dan aku menghargai itu.
Aku tidak tahu bagaimana aku harus bertanya.
Aku tidak tahu dengan cara apa aku harus bertanya.
Tanpa menyusahkanmu.
Atau membuatmu merasa tidak enak.
Karena itu aku akan menunggu.
Sampai kau ingin mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa baik-baik saja mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa tidak perlu mengatakannya padaku.


Aku tidak pandai bicara.
Tapi seseorang mengatakan sesuatu padaku tentangmu.
Dan aku merasa tenang setelah mendengarnya.
Terima kasih telah meninggalkanku.


Rasanya...!
Aku telah kembali menjadi aku yang sesungguhnya.



Minggu, 28 Maret 2010

Sahabat (Menyedihkan)!


Apa aku sahabatmu?
Apakah aku temanmu?
Atau aku hanya kenalanmu?

Jawablah.
Aku tak tahu jawabannya.

Hanya kenalan, sama saja tidak berarti.
Hanya teman, sama saja tidak berharga.

Hubungan kita sebenarnya apa?
Aku tidak pernah membayangkan bahwa kita hanya teman bermain.
Menyedihkan.
Dengan ikatan seperti ini.

Apakah kau bisa menjadi sahabat seseorang hanya dengan menanyakan siapa namanya?
Dengan mengetahui namanya, apa kau pikir telah menjadi sahabatnya?

Sahabat bukan hanya sebuah kata.
Sahabat itu penuh makna.
Aku ingin tahu, bagaimana menurutmu?

Baiklah.
Maukah kau tunjukkan padaku, Sahabatku?
Sebentar saja, sesuatu tentang dirimu.
Aku ingin mengenalmu lebih jauh, Sahabatku.
Dan lebih banyak waktu lagi untukmu dan aku.
Kita bersama dalam ikatan persahabatan.
Inilah pilihannya, sahabatku.






Senin, 01 Februari 2010

Kata(nya) Sahabat(?)

Kata(nya) sahabat itu setia.
Nyatanya berkhianat.

Kata(nya) sahabat itu selalu ada
Nyatanya  semua masing-masing.
Kata(nya) sahabat itu janji.
Nyatanya tak pernah menepati.

Kata(nya) sahabat itu abadi.
Nyatanya melupakan




Jumat, 22 Januari 2010

Janji itu

Janji itu tak akan kulupakan.
Janji kita di malam yang kelam itu.
Janji ikatan kita selamanya.

Aku sangat bahagia dengan janji itu.
Aku pun mengikat janji itu di hatiku.
Aku tahu janji laki-laki tak akan bisa ditarik lagi.

Tapi kenapa kau mengingkari janji itu.

Apa kau lupa dengan tautan jari kita tanda perjanjian abadi itu?
Apa kau lupa dengan ucapanku dan ucapanmu?

Kenapa kau meninggalkanku sendirian?
Kenapa kau pergi?
Kenapa kau mati?



Jumat, 23 Oktober 2009

PERSAHABATAN

Bagi seorang sahabat yang setia dan tulus
Seorang sahabat yang ikut berprihatin
Pada saat impian-impian tidak menjadi kenyataan
Karena seorang sahabat yang lembut hatinya dan bijaksana 
Sahabat yang selalu ada pada waktu air mata tercurah
Bagi seorang sahabat yang senantiasa ada pada saat kita memerlukan
Sebab
Sahabat yang demikian disebut
SAHABAT SEJATI 




TEMAN & SAHABAT

Temanku adalah temanku
Sekedar teman hanya teman
Seorang teman memang teman
Tapi bukan sahabatku

Sahabatku adalah kumpulan orang hebat
Sahabatku ialah tempatku kembali
Sahabatku bukanlah cuma sebuah kata
Sahabatku benar-benar nyata
Sahabatku ada

Untukku sahabatku bukan teman
Karena jauh  lebih berarti
Untukku sahabat bukan teman
Karena tidak seperti teman
Untukku sahabat bukan teman
Karena sahabat menyakiti
Karena teman melukai 



Senin, 05 Oktober 2009

GUE CUMA MAU CERITA

Udah stahun berlalu sejak kita di TMII, tp rasa'a gue bs nginget semua'a kayak baru kemaren.
Sejak saat itu, gue udah sahabatn ma bbrapa org, tp ga ada kenangan yg mlebihi keindahan kenangan bersama lo.
Sejak prtama kali ktmu ma lo, kita emang jarang ngapa2in bareng.
Waktu yg pendek itulah yg ngajarin banyak hal bwt gue.
Bagaimana menyukai seorg sahabat dg sepenuh hati, bagaimana rasa'a menghabiskan waktu yg menyenangkan dengan seorang sahabat. N gue ingin tetap memelihara perasaan ini, sahabat.



Selasa, 22 September 2009

Sudikah engkau jadi sahabatku?

Gemetar tanganku ketika mula-mula menulis surat ini. Hatiku memaksaku menulis, banyak yang terasa, tetapi setelah kucecahkan penaku ke dawat, hilang akalku, tak tentu dari mana harus kumulai
Mengapa hal ini saya adukan kepadamu?
Itupun saya sendiri tak tahu, cuma hati saya berkata, bahwa engkaulah tempat saya mengadu...
Terimalah saya menjadi sahabatmu yang baik. Supaya dapat saya mengadukan hal-halku, untuk mengurangi tanggungan hati. Sebab memang sudah biasa kegembiaraan dapat ditelan sendiri-sendiri dan kemalangan menjadi kurang, bila dikatakan pada orang lain.
Sudikah engkau jadi sahabatku?
Saya akui saya orang dagang melarat dan anak orang terbuang yang datang dari negeri jauh, yatim dan piatu. Saya akui kerendahan saya, itu agaknya yang akan menangguhkan hatimu bersahabat dengan daku. Tapi, meskipun bagaimana, percayalah bahwa hatiku baik. Sukar engkau akan bertemu dengan hati yang begini, yang bersih lantaran senantiasa dibasuh dengan air kemalangan sejak lahirnya ke dunia!




Begitu berharga

Manusia mati sendirian...
Dan menghilang
Juga masa lalu serta kehidupan saat ini. Lalu, bersama dengan masa depan...
Diantara orang matipun, ada cita-cita yang mereka kejar...
Tapi, bagi siapapun juga ada sesuatu yang berharga yang sama nilainya dengan itu
Orang tua, Saudara, Teman serta Kekasih dan Teman Satu Desa, orang -orang yang benar-benar berharga bagi diri sendiri...
Ikatan dengan orang-orang yang berharga yang saling percaya dan saling menolong, yang sudah ada sejak lahir...
Kemudian...
Benang ikatan itu mengikuti jalannya waktu menjadi tebal dan kuat...
Tak bisa dijelaskan dengan teori!
orang yang memiliki benang tersebut mengerti hal itu...
Karena begitu berharga...