Mencari »PILIHAN di »I L O N K »
Mencari » PILIHAN di » I L O N K »

Senin, 05 November 2012

Aku kembali

Masa lalu, Sekarang dan Masa depan
Oh, Tuhan.. Berilah jalan yang mudah
Tolong, Tuhan..
Aku lelah dan aku sakit
Maafkan aku Tuhan
Cabutlah hukuman-Mu ini, Amien




Selasa, 03 Mei 2011

TAKKAN KUMILIKI



Ada yang tak bisa kubaca dari gerak bibirmu.
Ada yang tak bisa kuraba dalam peluk hangatmu.
Tapi pandangan matamu.
Masih seperti yang kulihat empat tahun yang lalu.

Pandangan mata yang dulu pernah menjerumuskanku.
Dalam dimensi cinta tak terbatas ruang dan waktu.
Seperti menggapai-gapai dasar.
Yang tak juga tersentuh.

Dan masih kuingat betul
Betapa kutersiksa.
Seperti terpenjara.
Saat kusadari.
Kau takkan kumiliki.





Selasa, 09 November 2010

Menunggu Lebih Menyakitkan

Cobalah kau camkan satu hal ini dariku.
Bagiku, keberadaanmu itu sudah bukan lagi sekedar orang biasa yang kutemui sekilas di pinggir jalan.
Lalu, kaupun sudah menjadi orang yang sangat berharga bagiku.
Rasa sakit yang kau rasakan juga menjadi rasa sakit yang akan kurasakan.
Karena itulah aku menunggumu.
Meski menunggu itu lebih sakit jika dibandingkan saat kau meninggalkan aku.
Meskipun begitu aku akan tetap menunggumu.
Menunggumu selalu dengan tersenyum.




Kau Tidak Akan Pernah Mencintaiku

Maaf, aku akan menutup pintu hatiku.
Mungkin aku tak akan membukanya lagi.
Setidaknya dalam waktu dekat ini.
Aku tak tahu apakah ini hanya untukmu atau juga yang lain.
Kau membohongiku.
Kau menduakanku.
Kau sakiti aku dengan sangat menyakitkan.
Aku lelah sekali.
Menunggu dan mencintaimu.
Aku lelah sekali.
Kau tahu aku menyayangimu, tapi kau tetap tak peduli.
Walau kadang kau membuatku tertawa dan bahagia, kau tidak mencintaiku.
Mungkin kau tidak pernah mencintaiku.
Mungkin saja kau tidak akan pernah mencintaiku.




Senin, 16 Agustus 2010

Kenyataan

Hidup ini sudah hancur. 
Semuanya berantakan. 
Sejak awal memang sudah begini. 
Hancur berantakan. 
Tapi aku menyimpan sedikit harapan kecil yang sederhana. 
Kalau boleh, aku ingin kau selalu tersenyum saat melihatku. 
Agar kehidupan bobrok yang kujalani ini tidak segera membunuhku. 
Agar dunia yang aneh ini bisa lebih kumengerti. 
Bolehkah aku memiliki harapan itu? 
Hanya sekedar harapan , tidak lebih. 
Karena aku tahu, orang hina tak pantas berharap banyak.




Rabu, 11 Agustus 2010

Mungkin Aku Akan Menyerah

Bukankah kau telah melihatnya?
Aku melakukannya.
Tangan kananku memegang bara api itu di depanmu dan teman-teman kita.
Semua itu demi dirimu.
Meski aku harus merasakan sakit dan terluka.
Tapi mengapa kau begitu?
Aku tak tahu harus berkata apa lagi.
Aku tak tahu harus bagaimana lagi.
Kepalaku pusing.
Mungkin aku akan menyerah.




Jumat, 28 Mei 2010

Aku Akan Menjadi Hampa

Sepertinya hubungan kita sudah tidak berarti lagi.
Dan kita akan berpisah.
Karena itu, ini pasti sebuah takdir setelah memahami sesuatu dengan hati.

Aku tak berharap kau berhenti marah.
Atau juga tak membenciku.
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri untuk meninggalkanku sampai kau melupakanku.

Sama saat seperti kau kehilangan dia yang berharga bagimu.
Jika aku kehilangan dirimu.
Aku akan menjadi hampa.





Itulah Alasannya.

Pada hari itu.
Aku tahu bahwa ada sedikit kebohongan dalam kata itu.
Kau berkata "Aku tidak bisa berubah."
Tapi kau melakukannya.
Yaitu mengubah dirimu demi dia.

Aku memahaminya.
Ya, kau benar-benar mencintainya.
Sesungguhnya aku percaya padamu.
Semua orang akan mempunyai perasaan cinta yang hilang begitu saja.
Namun, tidak seorangpun melihatmu yang sesungguhnya.
Pada setiap perbuatanmu dan perkataanmu yang mencintai dia.
Meski demikian, aku menghormati hal itu.

Itulah alasannya.
Aku bersumpah pada diriku untuk menjadi teman terdekatmu.
Jika kau bersedih, aku akan ikut bersedih.
Jika aku gembira, aku akan berbagi denganmu.
Jika kau tersesat, aku akan membimbingmu.
Jika kau buat kesalahan, aku akan memaafkanmu.
Jika dunia mengejekmu, aku akan menjadi tempat perlindunganmu.






Minggu, 25 April 2010

Maafkan Aku


Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi.
Aku menulis ini untuk mengatakan itu.
Aku...
Aku sayang padamu.
Dan kau amat berharga bagiku.
Dan aku bermaksud berusaha...
Menjadi seseorang yang berguna agar tak percuma mengaku sahabatmu.

Ternyata aku salah besar.
Sekeras apapun usahaku.
Dan meski aku mengaku sahabatmu.
Aku bukan sahabat bagimu.

Maafkan aku.
Aku sangat kesepian.
Aku tak ingin sendiri.
Aku ingin ada seseorang di sampingku.
Maafkan aku.




Aku mulai layu, hampir mati.


Aku memang bukan penyair.
Tulisanku tidak puitis.
Kata-kataku juga tidak memesona.
Aku hanya ingin menulis agar kau tahu-atau bahkan kau sadar.

Aku mulai layu, hampir mati.

Entah telah berapa lama aku tidak melihatmu.
Aku jadi sangat merindukanmu.
Aku tak bisa tidak memikirkanmu.
Aku sampai selalu memimpikanmu.




Cerita Malam


Suatu malam aku terbangun.
Aku berjalan meninggalkan kamarku.
Entah itu nyata.
Atau hanya ada dalam anganku.
Tempat itu sangat gelap.
Benar-benar gelap di tengah kegelapan malam.
Sampai kulihat ada cahaya di satu sudut.
Kupikir aku benar dengan mengikuti arahnya.
Aku sendiri bingung gelap dan sunyi.
Lalu aku mengikuti cahaya itu.
Memang di sana aku mendapat kesenangan.
tapi aku ragu apakah itu baik?
Hati kecil menolak dan ingin pergi.
Tapi kemana aku harus pergi?
Dan akhirnya dalam kesedihan kumemilih kehancuran sebelum aku hancur dengan menyedihkan.




Betapa pilihan menyedihkan!

Hidup adalah pilihan.
Semua orang setuju.
Memilih diantara pilihan yang tersedia.

Lalu, bagaimana kalau tidak ada pilihan yang kau mau?
Kalau semua pilihan akan menyakitkan?
Apa kau akan memilih?
Kau tidak punya pilihan selain yang telah disediakan.

Mungkin kau bisa saja dengan bijak mengatakan pepatah.
Atau menceramahi aku dengan retorika yang indah.
Tapi jika kau tahu apa saja yang bisa kupilih.
Mungkin kau akan memilih mati.

Cobalah mengerti perasaan orang lain.
Hidup dan pilihan setiap orang berbeda-beda.
Kalau kau bisa bicara seenaknya tentang kehidupan seseorang.
Kalau kau bisa seenaknya menganggap orang lain seperti apa.

Padahal kau tidak tahu apapun tentang hidupnya.
Padahal kau tidak merasakan apa yang dialaminya.

Betapa pilihan menyedihkan!




Rabu, 07 April 2010

Kau Tak Peduli Padaku


Padahal aku selalu merindukanmu.
Padahal aku selalu berdoa demi kebahagiaanmu.
Padahal aku selalu mencemaskanmu.
Padahal aku selalu memikirkan dirimu.
Padahal aku selalu berusaha jadi yang terbaik.
Padahal aku selalu memberikan apa yang kau mau.
Padahal aku selalu melakukan segalanya untukmu.
Padahal aku selalu ada saat kau membutuhkan.
Padahal aku selalu hadir ketika kau panggil.
Padahal aku selalu menyayangimu.
Padahal aku selalu tahu.
Kau tak peduli padaku.




Karena itu aku akan menunggu.



Kata yang terakhir tak terucap karena kau pergi begitu saja di hadapanku.
Aku tidak dapat mendengarnya.
Aku telah salah.
Aku tidak perlu mendengarnya dari awal.
Karena jawabannya ada di depan mataku.


Aku tidak salah orang.
Bagaimanapun aku melihatnya.
Kau meninggalkanku.




Aku mungkin punya banyak pertanyaan.

Tidak.!
Aku tidak punya pertanyaan.
Jika kau tidak memberitahuku sampai sekarang kau pasti punya alasan.
Dan aku menghargai itu.
Aku tidak tahu bagaimana aku harus bertanya.
Aku tidak tahu dengan cara apa aku harus bertanya.
Tanpa menyusahkanmu.
Atau membuatmu merasa tidak enak.
Karena itu aku akan menunggu.
Sampai kau ingin mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa baik-baik saja mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa tidak perlu mengatakannya padaku.


Aku tidak pandai bicara.
Tapi seseorang mengatakan sesuatu padaku tentangmu.
Dan aku merasa tenang setelah mendengarnya.
Terima kasih telah meninggalkanku.


Rasanya...!
Aku telah kembali menjadi aku yang sesungguhnya.



Minggu, 28 Maret 2010

Aku Salah Besar

Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi... 

Aku ingin mengatakan itu... 

Aku suka padamu... 

Dan aku bermaksud berusaha... 

Menjadi seperti yang kau inginkan agar tak percuma menjadi kekasihmu...

Ternyata aku salah besar... 

Sekeras apapun aku berusaha... 

Dan meski aku menjadi pacarmu... 

Aku tak bisa membahagiakanmu...





Jumat, 19 Maret 2010

Kau Dan Aku


Sesungguhnya aku tahu. 
Ikatan itu telah putus. 
Kau melepaskan janjimu. 
Tentu kau masih ingat janjimu tentang ikatan abadi. 

Selama ini aku sangat naif. 
Meski dunia berteriak dan berteriak. 
Kututup mata dan telinga. 
Aku acuhkan semua karena kau terlalu berarti. 

Namun saat kulihat kenyataan. 
Aku baru sadar tentang pilihan kita. 
Kita telah menempuh jalan masing-masing. 
Kau dijalanmu dan aku dalam pilihanku.




Rabu, 17 Maret 2010

Bisakah Kita Menyatu Tanpa Perasaan Cinta?


Aku menyayangi.
Tapi aku disia-siakan.
Banyak yang menyayangiku
Dan aku mengabaikannya.


Aku selalu berharap.
Aku ingin bersama.
Aku tahu ini salah.
Karena denganku bukanlah sebuah kebahagiaan.


Mereka mencintaiku.
Aku ada di sisi mereka dan menyakiti.
Mereka mencari dan menungguku.
Aku melupakan dan meninggalkan mereka.


Apakah ini karma?
Apakah ini takdir?
Apakah ini pilihan?



Selasa, 16 Maret 2010

Baiklah


Baiklah... 

Kalau itu maumu... 

Akan kutinggalkan diriku... 

Demi dirimu... 

Kumakan hatiku...



Senin, 05 Oktober 2009

I JUST BE S*X FRIEND

Peristiwa itu bukanlah sesuatu yang spesial,
Orang lain mungkin akan melihatnya sebagai cerita yg tidak istimewa.

Itu bukanlah cinta yang ditakdirkan untukku.
Bukan pula cinta yang penuh gairah.

Tetapi bagiku itu adalah cinta yang seumur hidup tidak akan terlupakan.





-untittled-

Ini jalanku...
Ini hidupku...
Penuh arti dari sekedar tak berarti.

Ini dukaku...
Ini senyumku...
Walau tak berarti bagi kalian.