Mencari »Religi di »I L O N K »
Mencari » Religi di » I L O N K »

Senin, 05 November 2012

Aku kembali

Masa lalu, Sekarang dan Masa depan
Oh, Tuhan.. Berilah jalan yang mudah
Tolong, Tuhan..
Aku lelah dan aku sakit
Maafkan aku Tuhan
Cabutlah hukuman-Mu ini, Amien




Kamis, 07 Januari 2010

Menyerahkan Pengaturan Pada Allah

Maqam tertinggi dari seorang Salik (Penempuh Jalan Rohani) adalah ketika secara bulat menyerahkan seluruh urusan hidupnya pada Allah. Siapa pun yang menyerahkan pengaturan dirinya kepada Allah, maka Allah SWT akan memberikan pengaturan terbaik untuknya (al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibn AthaiLlah).
Bentuk berserah diri kepada Allah persis seperti awal shalat. Takbir berarti mengakui bahwa hanya Allah yang Maha Besar. Laa Quwwata illa biLlahi. Doa iftitah mengajarkan untuk menyerahkan seluruh diri kita, fisik, perasaan dan pikiran, kepada Pencipta langit dan bumi, dan agar kita termasuk dalam orang yang lurus dan berserah diri (haniifan musliman) dan bukan termasuk orang yang musyrik. Selanjutnya menandaskan bahwa seluruh shalat, ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah Rabb semesta alam, dan kita tidak pantas menyekutukan dengan sesuatupun, dan demikianlah kita diperintahkan dan semoga kita termasuk orang yang berserah diri.
Sadari sikap ini dengan sepenuh pikiran dan perasaan, siap diatur oleh Allah SWT. Hanya Allah tempat bergantung sedangkan diri kita tidak ada apa-apanya. Ketika kita menggantungkan hanya kepada Allah (1) dan kita menisbikan diri (0) maka kita jumpai 1 dibagi 0 adalah tidak terhingga.
Seorang ustadz ditanya oleh jamaah pengajian ibu-ibu, “apa hukumnya melahirkan dibantu dokter pria sedangkan ada dokter wanita?”. Sang ustadz mengatakan, “Bayi gajah jauh lebih besar dari bayi manusia, dan lubang keluar bayi gajah tidak lebih besar dari lubang keluar bayi manusia, tetapi tidak ada bayi gajah dilahirkan Cesar. Sedangkan manusia sekarang lebih 50% melahirkan bayinya dengan Cesar”.
Ketika manusia bergantung dan mengandalkan kepada selain Allah, maka Allah akan menyerahkan urusan dan hasilnya pada apa yang ia gantungi. Selanjutnya hidupnya hanya akan mengikuti kaidah sebab-akibat belaka, yang lemah tidak memiliki kekuatan apa-apa.
Sebaliknya, dengan mengandalkan pertolongan Allah berarti kita mengandalkan kekuatan yang tak terhingga sebagaimana nabi Musa menyeberangi laut Merah, nabi Ibrahim tidak terbakar api, umat Islam mampu memimpin peradaban dunia selama 700 tahun, dan Rasulullah SAW dari seorang diri hingga kini lebih dari 1,5 miliar manusia beriman kepada Allah SWT.
Bagaimana prakteknya?
Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti menempuh jalan Allah. Jalan lurus, jalan yang Allah berikan nikmat, jalan para nabi, shiddiqiin, jalan para syuhada dan orang-orang shalih. Siapa yang menempuh jalan ini akan mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan hakiki, menjumpai surga dunia sebelum pada akhirnya memasuki surga akhirat yang abadi.
Menyerahkan pengaturan kepada Allah berarti tidak akan mengambil jalan yang tidak diridhai Allah, memaksakan segala cara untuk memuaskan nafsunya semata.
Menyerahkan pengaturan pada Allah berarti melakukan ikhtiar secara maksimal. Ia menyadari bahwa, setelah menyerahkan pilihan hidup dan pengaturan urusannya kepada Allah, kewajibannya hanyalah menjalankannya dengan sepenuh tenaga, segenap pikiran dan kesungguhan. Barulah ia boleh tawakal dengan ikhlas dan penuh ridha, mengembalikan hasilnya kepada Allah. Dan selanjutnya kembali siap mendapatkan arahan untuk pengaturan selanjutnya.
Menyerahkan pengaturan kepada Allah bukanlah menjadi berkinerja rendah. Sebagaimana, salah satu definisi zuhud, sebagai salah satu sifat utama seorang salik, adalah “hariitsun ‘ala maa yanfa’uh” atau getol bersungguh-sungguh pada hal yang bermanfaat. Hal ini menjelaskan bahwa, orang yang bekerja dengan motivasi keimanan seharusnya melahirkan kinerja yang jauh melampaui orang yang bekerja dengan motivasi keduniaan.
Serahkan pengaturan pada Allah dan bersiaplah memasuki Dimensi Quantum (Dimensi Keimanan) yang luar biasa. Bersiaplah menyaksikan kuasa Allah wujud dalam keseharian kita. Bersiaplah menempuh jalan spiritual yang berisi kenikmatan hakiki. Allahu a’lam




Senin, 29 Juni 2009

MIRZHA GHULAM AHMAD iblis bukan nabi

SELAMA AHMADIYAH MASIH BERCOKOL DI INDONESIA.
SAYA TIDAK AKAN IKUT PILPRES.
TIDAK SATUPUN CALON PRESIDEN YANG BERANI UNTUK MEMBUBARKAN AHMADIYAH.
AHMADIYAH TIDAK BISA DIBUBARKAN OLEH PEMERINTAH TAPI KITA BISA, DENGAN CARA :
1. Kita harus isolasi ruang gerak Ahmadiyah.
2. Di manapun mereka berada, usir dari kampung Anda.
3. Darah Ahmadiyah halal untuk dibantai.
4. Hancurkan tempat ibadahnya bila ada kesempatan.
5. Umat Islam harus bersatu untuk menghancurkan kelompok Ahmadiyah.

TIDAK ADA ISLAM DI ATAS ISLAM.
TIDAK ADA NABI SESUDAH NABI MUHAMMAD SAW.

MIRZHA GHULAM AHMAD
IBLIS BUKAN NABI



Rabu, 17 September 2008

SPESIAL RAMADHAN.........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

AKU TELAH DIBUNUH OLEH KEBINGUNGAN HATIKU SENDIRI
KARENA ANGAN-ANGANKU MELAMPAUI KEMATIANKU SENDIRI
(ABU DZARR AL-GHIFFARI R. A.)