Mencari »IKATAN di »I L O N K »
Mencari » IKATAN di » I L O N K »

Kamis, 13 Januari 2011

Siapa?

Saat mereka bersama perasaanku berantakan.
Aku khawatir saat kau bersama orang itu.
Aku juga bisa cemburu.


Aku menunggumu.
Aku juga memikirkan kamu.
Serta  hubungan aku dengan kamu.
Serta siapa orang yang spesial bagi dirimu?







Minggu, 26 Desember 2010

Bima Sakti di dalam diriku

Kerang kecil yang kupungut di pantai.
Kenapa dia berbentuk melingkar?
Yang memberitahu jawabannya adalah kamu.
Yaitu karena kilau bima sakti di malam hari.
Dan kilaunya membentuk kerang.

Telingaku juga seperti kerang itu.
Kupingku ingin mendengar suaramu.
Tapi ternyata kamu berada jauh di langit.

Beraneka bunga yang mekar di hutan.
Kenapa mereka begitu berwarna-warni.
Yang memberitahu jawabannya adalah kamu.
Itu karena matahari yang menyinari bumi dengan sinarnya.
Bunga itu terpesona dengan cahayanya.
Dan bunga-bunga yang melihat cahaya itu diliputi kecerahan dan memekarkan kelopaknya.

Sebenarnya cintaku juga mekar.
Tapi karena kau tak memandikanku dengan sinarmu.
Aku hanya menjadi sekuntum bunga tanpa warna.
Keajaiban di hatiku ialah ketika aku sedang mengingat kamu dalam kesunyian.
Seperti bima sakti membentuk lingkaran.




Selasa, 09 November 2010

Menunggu Lebih Menyakitkan

Cobalah kau camkan satu hal ini dariku.
Bagiku, keberadaanmu itu sudah bukan lagi sekedar orang biasa yang kutemui sekilas di pinggir jalan.
Lalu, kaupun sudah menjadi orang yang sangat berharga bagiku.
Rasa sakit yang kau rasakan juga menjadi rasa sakit yang akan kurasakan.
Karena itulah aku menunggumu.
Meski menunggu itu lebih sakit jika dibandingkan saat kau meninggalkan aku.
Meskipun begitu aku akan tetap menunggumu.
Menunggumu selalu dengan tersenyum.




Kau Tidak Akan Pernah Mencintaiku

Maaf, aku akan menutup pintu hatiku.
Mungkin aku tak akan membukanya lagi.
Setidaknya dalam waktu dekat ini.
Aku tak tahu apakah ini hanya untukmu atau juga yang lain.
Kau membohongiku.
Kau menduakanku.
Kau sakiti aku dengan sangat menyakitkan.
Aku lelah sekali.
Menunggu dan mencintaimu.
Aku lelah sekali.
Kau tahu aku menyayangimu, tapi kau tetap tak peduli.
Walau kadang kau membuatku tertawa dan bahagia, kau tidak mencintaiku.
Mungkin kau tidak pernah mencintaiku.
Mungkin saja kau tidak akan pernah mencintaiku.




Aku Tak Tahu

Setiap aku melihatmu.
Hatiku selalu kacau.
Sekilas kukira aku membencimu.
Yah, kau memang masa laluku.
Tapi aku tak tahu.
Aku tak mengerti mengapa setiap melihatmu aku begitu ingin memelukmu.
Aku merasa sangat merindukanmu.
Hanya kau yang paling kusayangi.
Tidak ada yang lain yang selalu kucintai selain kamu.
Walau kau sangat jauh sekali.



Senin, 19 Juli 2010

Apa Kau Yakin?

Wajahnya berubah total sejak mengetahui keadaan sesungguhnya.
Aku tidak punya waktu untuk berlama-lama lagi di sini.
Dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
Dia pasti sangat terluka sekarang.

Aku seharusnya ada bersamanya saat dia terluka.
Itulah artinya teman.

Tidak pernah kumembayangkan yang seperti ini terjadi kepadanya.
Bagaimana aku bisa hanya duduk saja di sini saat keadaanya seperti itu.
Tapi aku khawatir tak ada yang bisa aku lakukan.

Dia kehilangan kekasih di depan matanya sendiri.
Dan aku tahu itu terjadi.
Aku harus segera kesana sebelum hatinya hancur.

Frere, kau tidak apa-apa kan?
Aku minta maaf.
Kau selalu ada untukku.
Rasa sakit yang kau rasakan sekarang menghancurkan hatiku.




Jumat, 28 Mei 2010

Aku Akan Menjadi Hampa

Sepertinya hubungan kita sudah tidak berarti lagi.
Dan kita akan berpisah.
Karena itu, ini pasti sebuah takdir setelah memahami sesuatu dengan hati.

Aku tak berharap kau berhenti marah.
Atau juga tak membenciku.
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri untuk meninggalkanku sampai kau melupakanku.

Sama saat seperti kau kehilangan dia yang berharga bagimu.
Jika aku kehilangan dirimu.
Aku akan menjadi hampa.





Itulah Alasannya.

Pada hari itu.
Aku tahu bahwa ada sedikit kebohongan dalam kata itu.
Kau berkata "Aku tidak bisa berubah."
Tapi kau melakukannya.
Yaitu mengubah dirimu demi dia.

Aku memahaminya.
Ya, kau benar-benar mencintainya.
Sesungguhnya aku percaya padamu.
Semua orang akan mempunyai perasaan cinta yang hilang begitu saja.
Namun, tidak seorangpun melihatmu yang sesungguhnya.
Pada setiap perbuatanmu dan perkataanmu yang mencintai dia.
Meski demikian, aku menghormati hal itu.

Itulah alasannya.
Aku bersumpah pada diriku untuk menjadi teman terdekatmu.
Jika kau bersedih, aku akan ikut bersedih.
Jika aku gembira, aku akan berbagi denganmu.
Jika kau tersesat, aku akan membimbingmu.
Jika kau buat kesalahan, aku akan memaafkanmu.
Jika dunia mengejekmu, aku akan menjadi tempat perlindunganmu.






Minggu, 25 April 2010

Maafkan Aku


Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi.
Aku menulis ini untuk mengatakan itu.
Aku...
Aku sayang padamu.
Dan kau amat berharga bagiku.
Dan aku bermaksud berusaha...
Menjadi seseorang yang berguna agar tak percuma mengaku sahabatmu.

Ternyata aku salah besar.
Sekeras apapun usahaku.
Dan meski aku mengaku sahabatmu.
Aku bukan sahabat bagimu.

Maafkan aku.
Aku sangat kesepian.
Aku tak ingin sendiri.
Aku ingin ada seseorang di sampingku.
Maafkan aku.




Aku mulai layu, hampir mati.


Aku memang bukan penyair.
Tulisanku tidak puitis.
Kata-kataku juga tidak memesona.
Aku hanya ingin menulis agar kau tahu-atau bahkan kau sadar.

Aku mulai layu, hampir mati.

Entah telah berapa lama aku tidak melihatmu.
Aku jadi sangat merindukanmu.
Aku tak bisa tidak memikirkanmu.
Aku sampai selalu memimpikanmu.




Kau Dan Aku Bagaikan Matahari Dan Kehidupan Bumi


Aku bertanya padamu.

Kalau kau tidak melihat cahaya dan ia tidak terlihat, apakah itu berarti matahari benar-benar ada?

Kau menjawab

Mungkin matahari sedang sembunyi di balik awan.

Lalu aku bertanya lagi.

Apa yang akan terjadi jika matahari sembunyi? Tumbuhan mati yang berarti hewan dan manusia akan mati.

Kau menjawab.

Suatu saat nanti awannya pasti akan pergi.

Kemudian aku mengatakan.

Dinosaurus punah karena awan terlalu lama menutupi matahari.

Setelah itu itu aku bertanya lagi.

Apakah matahari memberikan sinarnya untuk kehidupan di bumi karena dia ingin melakukannya atau karena dia harus melakukannya? Atau karena ini adalah takdir?

Kau menjawab.

Karena harus.

Tapi kau juga menambahkan.

Karena takdir.

Dan aku hanya berpesan kepadamu pada akhirnya.

Tetaplah menjadi orang baik.




Rabu, 07 April 2010

Karena itu aku akan menunggu.



Kata yang terakhir tak terucap karena kau pergi begitu saja di hadapanku.
Aku tidak dapat mendengarnya.
Aku telah salah.
Aku tidak perlu mendengarnya dari awal.
Karena jawabannya ada di depan mataku.


Aku tidak salah orang.
Bagaimanapun aku melihatnya.
Kau meninggalkanku.




Aku mungkin punya banyak pertanyaan.

Tidak.!
Aku tidak punya pertanyaan.
Jika kau tidak memberitahuku sampai sekarang kau pasti punya alasan.
Dan aku menghargai itu.
Aku tidak tahu bagaimana aku harus bertanya.
Aku tidak tahu dengan cara apa aku harus bertanya.
Tanpa menyusahkanmu.
Atau membuatmu merasa tidak enak.
Karena itu aku akan menunggu.
Sampai kau ingin mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa baik-baik saja mengatakannya padaku.
Sampai kau merasa tidak perlu mengatakannya padaku.


Aku tidak pandai bicara.
Tapi seseorang mengatakan sesuatu padaku tentangmu.
Dan aku merasa tenang setelah mendengarnya.
Terima kasih telah meninggalkanku.


Rasanya...!
Aku telah kembali menjadi aku yang sesungguhnya.



Minggu, 28 Maret 2010

Sahabat (Menyedihkan)!


Apa aku sahabatmu?
Apakah aku temanmu?
Atau aku hanya kenalanmu?

Jawablah.
Aku tak tahu jawabannya.

Hanya kenalan, sama saja tidak berarti.
Hanya teman, sama saja tidak berharga.

Hubungan kita sebenarnya apa?
Aku tidak pernah membayangkan bahwa kita hanya teman bermain.
Menyedihkan.
Dengan ikatan seperti ini.

Apakah kau bisa menjadi sahabat seseorang hanya dengan menanyakan siapa namanya?
Dengan mengetahui namanya, apa kau pikir telah menjadi sahabatnya?

Sahabat bukan hanya sebuah kata.
Sahabat itu penuh makna.
Aku ingin tahu, bagaimana menurutmu?

Baiklah.
Maukah kau tunjukkan padaku, Sahabatku?
Sebentar saja, sesuatu tentang dirimu.
Aku ingin mengenalmu lebih jauh, Sahabatku.
Dan lebih banyak waktu lagi untukmu dan aku.
Kita bersama dalam ikatan persahabatan.
Inilah pilihannya, sahabatku.






Aku Salah Besar

Kurasa lebih baik kita tak bertemu lagi... 

Aku ingin mengatakan itu... 

Aku suka padamu... 

Dan aku bermaksud berusaha... 

Menjadi seperti yang kau inginkan agar tak percuma menjadi kekasihmu...

Ternyata aku salah besar... 

Sekeras apapun aku berusaha... 

Dan meski aku menjadi pacarmu... 

Aku tak bisa membahagiakanmu...





Jumat, 19 Maret 2010

Kau Dan Aku


Sesungguhnya aku tahu. 
Ikatan itu telah putus. 
Kau melepaskan janjimu. 
Tentu kau masih ingat janjimu tentang ikatan abadi. 

Selama ini aku sangat naif. 
Meski dunia berteriak dan berteriak. 
Kututup mata dan telinga. 
Aku acuhkan semua karena kau terlalu berarti. 

Namun saat kulihat kenyataan. 
Aku baru sadar tentang pilihan kita. 
Kita telah menempuh jalan masing-masing. 
Kau dijalanmu dan aku dalam pilihanku.




Rabu, 17 Maret 2010

Bisakah Kita Menyatu Tanpa Perasaan Cinta?


Aku menyayangi.
Tapi aku disia-siakan.
Banyak yang menyayangiku
Dan aku mengabaikannya.


Aku selalu berharap.
Aku ingin bersama.
Aku tahu ini salah.
Karena denganku bukanlah sebuah kebahagiaan.


Mereka mencintaiku.
Aku ada di sisi mereka dan menyakiti.
Mereka mencari dan menungguku.
Aku melupakan dan meninggalkan mereka.


Apakah ini karma?
Apakah ini takdir?
Apakah ini pilihan?



Rabu, 10 Maret 2010

Dan Kau Jauh

Kau jauh.
Kini kita tak lagi bersama.
Kita putuskan jalani jalan masing-masing.
Entah dengan ikatan itu atau tidak lagi.

Kau jauh.
Aku kehilanganmu.
Aku harap dapat melihatmu sebentar saja.
Tapi kau jauh.

Kau jauh.
Walau sebenarnya sangat dekat.
Yach, meski dalam arti tertentu.
Aku merindukanmu.

Kau jauh.
Apakah kau baik-baik saja di jalanmu?
Aku harap kau juga merindukanku.
Aku tak berharap lebih dari itu.

Kau jauh.
Aku benar-benar tahu bahwa kau jauh.
Kau setengah hatiku, setengah semangatku.
Dan kau jauh.




Jumat, 19 Februari 2010

Untuk Frère dengan banyak Cinta

Mereka semua berdatangan.
Mereka mencoba membuatku tertawa.
Mereka mengajakku bermain.
Sebagian bermain untuk bersenang-senang dan sebagian untuk dikenang.
Dan kemudian mereka pergi.
Meninggalkan aku di tengah reruntuhan permainan.
Tanpa tahu yang mana harus dikenang dan yang mana untuk sekedar bersenang-senang dan meninggalkanku dengan gema dari tawa yang bukan milikku.

Lalu, kau datang.
Dengan caramu yang lucu.
Tidak seperti orang lain.
Dan kau membuatku menangis.
Dan tampaknya kau tidak peduli meski aku menangis.
Kau bilang permainan sudah selesai.
Dan menunggu sampai seluruh air mataku berubah menjadi kegembiraan.




Dear Frère.

Aku tidak tahu bagaimana memulainya, tapi kupikir aku ingin bunuh diri.  Aku sudah memegang pil-pil itu.  Pil-pil itu sudah ada di sini dan yang harus kukerjakan hanya tinggal menulis surat ini. Aku merasa begitu sendirian, Frère.  Tampaknya tidak ada yang beres bagiku dan aku sudah lelah sekali mencoba.  Inilah satu-satunya tindakan yang masuk akal.

Aku ingin menulis ini dulu untukmu.  Aku ingin mengucapkan terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan untukku.  Aku tahu kamu sudah bersusah payah berkali-kali dan aku merasa terhormat membayangkan bahwa kamu mau melakukan itu.  Aku ingin kau tahu bahwa aku selalu merasa berterima kasih.  Aku menyesal bahwa segala sesuatunya tidak ada yang beres.  


Dengan Penuh Cinta, Ilonk




Dear, Frère.

Sudah lama aku ingin menulis surat padamu, tapi setelah suratku yang terakhir aku tidak tahu bagaimana memulainya.  Maafkan aku.  Tapi, aku masih di dunia ini.

Aku kirimkan padamu surat-surat ini.  Aku ingin mengirimkannya pada "dia" (kau tahu, frère yang lain),  tapi aku tidak tahu di mana dia berada, jadi aku kirimkan saja semuanya padamu.  Kuharap kamu tidak keberatan.