Senin, 19 Juli 2010

Apa Kau Yakin?

Wajahnya berubah total sejak mengetahui keadaan sesungguhnya.
Aku tidak punya waktu untuk berlama-lama lagi di sini.
Dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.
Dia pasti sangat terluka sekarang.

Aku seharusnya ada bersamanya saat dia terluka.
Itulah artinya teman.

Tidak pernah kumembayangkan yang seperti ini terjadi kepadanya.
Bagaimana aku bisa hanya duduk saja di sini saat keadaanya seperti itu.
Tapi aku khawatir tak ada yang bisa aku lakukan.

Dia kehilangan kekasih di depan matanya sendiri.
Dan aku tahu itu terjadi.
Aku harus segera kesana sebelum hatinya hancur.

Frere, kau tidak apa-apa kan?
Aku minta maaf.
Kau selalu ada untukku.
Rasa sakit yang kau rasakan sekarang menghancurkan hatiku.




Rabu, 30 Juni 2010

Seperti Kesedihan dan Kesepian dalam Hidupku

Malam ini hujan turun lagi.
Entah hujan keberapa yang pernah kulihat dalam hidup.
Aku tak bisa menghitungnya.
Terlalu banyak.
Seperti kesedihan dan kesepian dalam hidupku.
Terlalu sering kurasakan.




Sampai Mati



Apa yang kurasakan ini adalah kebosanan?
Rutinitas menyebalkan selalu saja membuat hati dan tubuhku lelah. 
Selain itu kau juga kesepian. 
Entah aku yang hina ataukah memang mereka terlalu mulia untuk bersamaku. 
Teman-teman... 
Sahabat... 
Saudara... 
Mereka terasa begitu jauh. 
Rasanya aku akan selalu sendiri sampai mati.




Hahaha...


Rasanya.
Waktu kukira aku sudah akan meraihnya.
Sekali lagi ia meloloskan diri dari genggamanku.
Selalu saja begitu.

Dan kali ini.
Waktu kukira sudah berhasil mendapatkannya.
Aku malah dihempaskan olehnya.

Hahaha...
Sepertinya Tuhan membenci manusia yang berdosa.
Apa aku akan terus hidup seperti ini selamanya?

Hei...
Aku...
Dari dulu...
Ada sesuau yang ingin kukatakan padamu.
Tapi tidak bisa karena terlalu takut mengucapkannya.
Aku Cinta Padamu.




Bodohnya Aku Ini


Kepalaku penuh sekali sampai-sampai aku tak tahu harus mulai berfikir dari mana.
Sejak semalam aku terus berfikir.
Kupikir aku mengerti.
Tapi justru karena tidak mengerti.
Waktu itu, lalu sekarang.
Bodohnya aku ini.
Tidak berkembang sedikitpun dari waktu itu.
Kupikir kalau aku pergi ke luar, kabut di dalam hatiku akan sedikit terbilas hujan ini.
Tapi setiap butir air yang mengenai wajahku sekarang rasanya sangat menjengkelkan.
Ketidakmampuanku untuk merasakan kebahagiaan membuatku merasa kesepian.
Pedih.




Tentang Dirimu


Kalau ada yang bilang suka tentang orang yang kita sayang, rasanya menyenangkan.
Begitupun sebaliknya.
Menyebalkan sekali kalau ada yang berkata buruk tentang orang yang kita cintai.
Walaupun hanya waktu tidur, aku bisa dekat dan merasa dia dekat.
Saat membuka mata, entah mengapa ia terasa jauh.
Dan membuat aku kesepian.




Jumat, 28 Mei 2010

Aku Akan Menjadi Hampa

Sepertinya hubungan kita sudah tidak berarti lagi.
Dan kita akan berpisah.
Karena itu, ini pasti sebuah takdir setelah memahami sesuatu dengan hati.

Aku tak berharap kau berhenti marah.
Atau juga tak membenciku.
Tapi, jangan terlalu memaksakan diri untuk meninggalkanku sampai kau melupakanku.

Sama saat seperti kau kehilangan dia yang berharga bagimu.
Jika aku kehilangan dirimu.
Aku akan menjadi hampa.





Itulah Alasannya.

Pada hari itu.
Aku tahu bahwa ada sedikit kebohongan dalam kata itu.
Kau berkata "Aku tidak bisa berubah."
Tapi kau melakukannya.
Yaitu mengubah dirimu demi dia.

Aku memahaminya.
Ya, kau benar-benar mencintainya.
Sesungguhnya aku percaya padamu.
Semua orang akan mempunyai perasaan cinta yang hilang begitu saja.
Namun, tidak seorangpun melihatmu yang sesungguhnya.
Pada setiap perbuatanmu dan perkataanmu yang mencintai dia.
Meski demikian, aku menghormati hal itu.

Itulah alasannya.
Aku bersumpah pada diriku untuk menjadi teman terdekatmu.
Jika kau bersedih, aku akan ikut bersedih.
Jika aku gembira, aku akan berbagi denganmu.
Jika kau tersesat, aku akan membimbingmu.
Jika kau buat kesalahan, aku akan memaafkanmu.
Jika dunia mengejekmu, aku akan menjadi tempat perlindunganmu.