Selasa, 22 September 2009

Cinta

Cinta tumbuh
Memberikan rasa bahagia
Melewati hari-hari bersamanya
Tertawa bersama
Menyenangkan
Namun saat tiba-tiba cinta melukai
Hati remuk teriris hancur
Air mata mengalir
Kesedihan melanda
Hidup bagai tanpa arti
Semua yang telah dilalui tinggal kenangan
Mungkinkah hati yang terluka bisa kembali seperti semula?
Sekedar hanya untuk tersenyum dengan tulus
Adakah obat untuk menyembuhkan luka itu?
Agar mampu menahan perih di dada dengan ikhlas
Apakah cinta selalu berakhir begini?
Mengapa cintaku selalu berakhir begini?



MIMPIKU

Tadi malam aku bermimpi...
Aku memimpikannya...
Ia datang kembali dalam kehidupanku setelah sekian lama tak bertemu...
Tetapi itu pertemuan terakhir...
Setelah itu dia akan pergi dan tak akan kembali...
Mungkin aku tak bisa melihatnya lagi...
Dalam mimpi pun aku hanya sekilas melihat wajahnya...
Rautnya menunjukan sesuatu yang tak terkatakan...
Entah apa maknanya...
Aku sangat bingung...
Aku memikirkannya...
Aku selalu memikirkannya...
Dalam nyanyian-nyanyian yang aku nyanyikan...



Begitu berharga

Manusia mati sendirian...
Dan menghilang
Juga masa lalu serta kehidupan saat ini. Lalu, bersama dengan masa depan...
Diantara orang matipun, ada cita-cita yang mereka kejar...
Tapi, bagi siapapun juga ada sesuatu yang berharga yang sama nilainya dengan itu
Orang tua, Saudara, Teman serta Kekasih dan Teman Satu Desa, orang -orang yang benar-benar berharga bagi diri sendiri...
Ikatan dengan orang-orang yang berharga yang saling percaya dan saling menolong, yang sudah ada sejak lahir...
Kemudian...
Benang ikatan itu mengikuti jalannya waktu menjadi tebal dan kuat...
Tak bisa dijelaskan dengan teori!
orang yang memiliki benang tersebut mengerti hal itu...
Karena begitu berharga...



Sahabat

Apa yang disebut takdir manusia hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan...?
Atau, sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut...?
Hal itu masih belum begitu kumengerti
Keduanya mungkin saja akan sampai di akhir yang sama...
Hanya saja, saat memilih cara kedua...
Seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya
Itulah perasaanku saat ini...
Sahabatku...
Hari ini, burung-burung terbang bebas dengan perasaan yang terlihat benar-benar bahagia



Aku menunggu

Aku menunggu...
Walau mungkin tak akan pernah tiba saatnya...
Sekarangpun aku masih menunggu untuk mengatakannya...

Meski bukan sebagai saudaramu...
Biarpun hanya saudara angkat...

Sebagai seorang teman...

Aku ingin menyampaikan kata-kataku yang terakhir padamu...

Karena kutahu kau tak akan dan tak mau lagi mendengar dariku...

Aku mohon...
"Percayalah padaku....!"



Senin, 14 September 2009

Lupakan saja

"Mungkin ini bukan apa-apa buatmu.
Tapi bagiku dia temanku."
"Apa seorang teman akan melukai rekannya? Lihat keadaanmu sekarang!
Apapun yang kau lakukan dia tak akan berubah.
Diminta seperti apapun...
Akhir'a dia tak akan kembali sama sekali...
Yang tersisa di akhir penderitaan adalah rasa tak berdaya sendiri...
Dan penyesalan...
Aku tak ingin...
Membuatmu melalui jalan yang sama denganku...
Menyerahlah tentang dia
Cepat atau lambat, memang begini takdir kalian
Jangan menderita lagi...
Lupakan dan buang saja..."



Jumat, 21 Agustus 2009

Tahu Apa Tentang Aku...?

Tahu apa tentang aku!?
Karena punya ikatan itu juga aku jadi menderita!!
Orang macam kamu mana tahu seperti apa rasanya kehilangan itu semua...?!



Kamis, 20 Agustus 2009

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

Tidak ada lagi perasaanku, sudah kendur jalan pikiranku. Tidak saya peduli lagi kepada keadaan sekelilingku. Tidak tentu tujuan mana yang akan saya tempuh, haluan mana yang akan saya turut. Adalah nasibku sekarang laksana bangkai burung kecil yang tercampak di tepi jalan sesudah ditembak anak-anak dengan bedil angin, atau seakan-akan batu kecil yang terbuang di halaman tidak dipedulikan orang.
Wahai, kalau kau sempatlah kiranya melihat saya sekarang ini, akan nyata oleh kau suatu tubuh yang telah kurus, suatu mata yang telah berkunang-kunang, suatu kekuatan yang telah habis dan musnah lantaran kepedihan dan bencana.