Selasa, 22 September 2009

Sahabat

Apa yang disebut takdir manusia hanya sesuatu yang berarak seperti awan dalam arus yang telah ditetapkan...?
Atau, sesuatu yang bisa dipilih atas kemauan sendiri dengan menaiki arus tersebut...?
Hal itu masih belum begitu kumengerti
Keduanya mungkin saja akan sampai di akhir yang sama...
Hanya saja, saat memilih cara kedua...
Seseorang bisa berjuang mengejar tujuan hidupnya
Itulah perasaanku saat ini...
Sahabatku...
Hari ini, burung-burung terbang bebas dengan perasaan yang terlihat benar-benar bahagia



Aku menunggu

Aku menunggu...
Walau mungkin tak akan pernah tiba saatnya...
Sekarangpun aku masih menunggu untuk mengatakannya...

Meski bukan sebagai saudaramu...
Biarpun hanya saudara angkat...

Sebagai seorang teman...

Aku ingin menyampaikan kata-kataku yang terakhir padamu...

Karena kutahu kau tak akan dan tak mau lagi mendengar dariku...

Aku mohon...
"Percayalah padaku....!"



Senin, 14 September 2009

Lupakan saja

"Mungkin ini bukan apa-apa buatmu.
Tapi bagiku dia temanku."
"Apa seorang teman akan melukai rekannya? Lihat keadaanmu sekarang!
Apapun yang kau lakukan dia tak akan berubah.
Diminta seperti apapun...
Akhir'a dia tak akan kembali sama sekali...
Yang tersisa di akhir penderitaan adalah rasa tak berdaya sendiri...
Dan penyesalan...
Aku tak ingin...
Membuatmu melalui jalan yang sama denganku...
Menyerahlah tentang dia
Cepat atau lambat, memang begini takdir kalian
Jangan menderita lagi...
Lupakan dan buang saja..."



Jumat, 21 Agustus 2009

Tahu Apa Tentang Aku...?

Tahu apa tentang aku!?
Karena punya ikatan itu juga aku jadi menderita!!
Orang macam kamu mana tahu seperti apa rasanya kehilangan itu semua...?!



Kamis, 20 Agustus 2009

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

Tidak ada lagi perasaanku, sudah kendur jalan pikiranku. Tidak saya peduli lagi kepada keadaan sekelilingku. Tidak tentu tujuan mana yang akan saya tempuh, haluan mana yang akan saya turut. Adalah nasibku sekarang laksana bangkai burung kecil yang tercampak di tepi jalan sesudah ditembak anak-anak dengan bedil angin, atau seakan-akan batu kecil yang terbuang di halaman tidak dipedulikan orang.
Wahai, kalau kau sempatlah kiranya melihat saya sekarang ini, akan nyata oleh kau suatu tubuh yang telah kurus, suatu mata yang telah berkunang-kunang, suatu kekuatan yang telah habis dan musnah lantaran kepedihan dan bencana.



Minggu, 09 Agustus 2009

MENATAP MASA DEPAN

Walau sulit aku coba untuk perbaiki keadaan.
Berusaha pantang menyerah.
Tetap maju meski duri-duri menusuk sampai terasa perih sekali.
Hingga aku tertegun, aku diabaikan.
Hatiku sakit.
Menyedihkan.
Tak mampu kulawan takdir.
Hanya aku yang masih sendiri memaksa diri untuk berdiri tegak.
Menatap masa depan.
Kecewa berulang kali buatku bertekad untuk bahagia.
Bersama orang-orang yang berharga dalam hidupku.



Sabtu, 18 Juli 2009

HANYA KAU

Setelah kepergianmu, hatiku terasa pilu
Banyak kenangan indah yang tak bisa kulupakan, apakah semua itu akan terulang kembali...
Ah... Pujaanku kau tetap di hatiku selalu
Perasaanku tetap sama seperti dulu. Apakah kamu merasakan hal yang sama...?
Dan kau harus tahu bahwa aku akan tetap menunggu kedatanganmu dengan hati yang berbunga bunga...



Jumat, 10 Juli 2009

Dengar baik-baik, Ilonk.

Mungkin kau memang sendirian... Tapi kelak, kau akan bertemu teman. Laut sangat luas, kau pasti akan bertemu teman-teman yang akan melindungimu, tidak ada seorangpun yang dilahirkan sendirian.
Lari Ilonk, jangan menoleh ke belakang, bukankah sudah kuajarkan? Di saat sedih, kau harus tertawa!! Dereshishishishi, mereka sedang menunggumu di laut sana, pergi dan temui teman-temanmu Ilonk.